Jadi ceritanya begini, knp gw baru bisa sempet update blog lagi setelah terbengkalai sekian lama. Gw sibuk, okay. Ngurus 3 anak ternyata cukup menyita waktu tenaga dan pikiran. Capek maakkk... Bayi memang lucu...tapi harus extra banget ngopeni.. (opo yo boso Indonesiane? Mbuh..heheh..)
Sebenernya flashback cerita lama ttg kenapa judulnya ini, ada di blog ini. Ternyata ada beberapa yg tanya ttg bagaimana (dan berapa) jasa financial planner. Gw mau nulis tapi selalu nggak sempet, nggak sempet dan nggak sempet aja. Jadi mumpung gw lg di depan komputer dalam keadaan santai, akan gw ceritakan sedikit.
Bulan Oktober 2013 ceritanya gw mau review kesehatan keuangan sama temen gw tercintah Dina, tp ya kok gak match aja waktunya. Akhirnya iseng2 gw hubungi mbak Yosephine (@phien13) yg dulu pernah bikinin gw Education Fund buat Indy. Gw kayaknya memang merasa perlu bikin Comprehensive Plan karena saat itu gw lagi hamil anak ke 3 (hamil gak rencana euy, bonus dari Tuhan), wah pasti bakal banyak penyesuaian hal keuangan karena bakal ada bayi lagi. Penyesuaian cashflow, alokasi dana pendidikan sudah jelas. Ada bayi pasti pengeluaran akan banyak bertambah, antara lain ongkos transport gw yg harus cepet sampai rumah sesegera mungkin dengan cara naik taxi, terutama saat anak gw masih periode ASIX.
Jadilah gw ketemuan lagi ama mba Phien, dan ternyata mba Phien ini udah pindah kerja lagi..wow..saat itu tempat barunya namanya Janus Consulting. Gw kasih data2 keuangan gw (antara lain cashflow, daftar aset) dan dari situ (setelah setuju dengan nilai kontraknya) gw sign kontrak pembuatan Comprehensive Plan keluarga gw. Hasil dari FCU keuangan gw tergolong sehat tapi di beberapa rasio keuangan gw masih kacrut, dan rekomendasi plan adalah gw kudu menambah porsi investasi (which is menurut gw dah termasuk besar bgt) tapi katanya gw masih bisa menyisihkan lagi krn ternyata setiap bulan gw masih punya disposable income yg lumayan. Wah, entah kemana larinya tuh duit selama ini, gak jd apa2 ya hahaha...
Akhirnya per 2014 gw mulai dengan tambahan investasi sesuai saran mba Phien. Oiya katanya sih..gw ini termasuk klien yg nurut, banyak klien dia yg masih bandel aja..hahaha.. Gw memulai tahun 2014 dengan Om awighnam astu namo sidham, pasrah blas krn gw berpikir tahun 2014 akan merupakan tahun yg penuh tantangan dlm finansial gw. Ini disarankan nambah investasi pula. Tp kan gw punya goal utk nambah pokok investasi hingga mencapai 50% dari pokok saat itu. Ya gw berusaha untuk itu, mudah2an tercapai.
Apa yg terjadi? Untungnya hampir semua berjalan lancar. Dengan terengah2 gw berhasil mencapai goal memenuhi target pokok investasi di bulan Oktober. Aman...hahaha...
Terus terang punya Comprehensive Financial Plan membantu gw memahami kelemahan dan kelebihan dalam pengelolaan keuangan gw. Dan di tengah jalan pun tiba2 gw suka punya goal tambahan, dan dapat dicapai. Saat review di 1 tahun kontrak, rasio kesehatan finansial gw udah banyak yg bagus, walau lagi2 masih kedodoran di dana darurat! Hahaha...aduh gimana ya, secara 2014 ini kan tahun penuh jungkir balik bagi gw. Kalo 2013 itu tahun menyiapkan dana pulang kampung, tahun ini menyiapkan dana punya anak. Dengan berbagai pertimbangan, gw pinjem duit ke mak gw untuk nambahin biaya melahirkan, daripada gw cairin depo gw, hihihi...itu sebagai contoh. Tapi pinjaman itu udah gw lunasi semua. Jadi tahun 2014 di mata gw sama aja tahun bayar hutang...xixixi...
Berapa sih dana yg dibutuhkan untuk membuat financial plan? Hmm..tanya langsung ama mba Phien di twitternya ya :p tapi sebagai gambaran, financial plan itu memang tidak murah tapi bermanfaat seumur hidup. Biayanya biasanya tergantung tingkat kesulitan klien, makin kompleks makin tinggi. Dan semakin dikit aset lancarnya ya semakin rendah. Di gw sih gak sampe 2 digit :p delivery plan sebulan setelah sign kontrak dan pendampingan selama setahun, kemudian review capaian setelah setahun. Oiya..kalo dibandingin sama premi unitlink sih..(hihihi, tetep) BEDA TIPIS tapi dgn manfaat meningkatkan aset kita (dengan catatan kita mengikuti anjurannya). Pokoknya klo lo punya unitlink yg premi bulanannya antara 500rb-750rb, yaaa kira2 segitu deh tarif jasa Financial Planner, yg independen ya tentunya. Bayar setahun kayak bayar premi asji termlife dgn manfaat yg besar untuk membereskan keuangan dan investasi yang rutin.
Karena gw juga berminat mempelajari tentang financial planning ini, tentunya diskusi jadi lebih enak, krn gw orangnya juga pengen tauan, maksudnya gw gak mau gitu aja terima jadi, harus ada penjelasan atas setiap langkah investasi gw. Gw juga jadi belajar dengan diskusi, selain gw belajar secara teori sama gurunya mba Phien juga, karena mba Phien kan yg terjun langsung mendalami dunia financial planning, dibanding gw yg merupakan peminat aja, maksudnya bukan profesi utama.
Pokoknya gw merasa puas banget deh akhirnya punya comprehensive financial plan. Makasih bny lho ama tim Zeus Consulting (Janus berubah lagi jadi Zeus) krn gw banyak belajar, selain ama mba Phien, juga sama mba Dini, walaupun blm pernah ketemu, wkwkwk...
Tampilkan postingan dengan label plan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label plan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 02 Desember 2014
Sabtu, 05 Oktober 2013
Masih tentang ikut kursus financial planning
Masih bercerita tentang perencanaan keuangan, udah pernah dibahas kan kalo tahun ini gw telah dan akan mengikuti beberapa kursus yang terkait dengan perencanaan keuangan. Sejauh ini gw telah mengikuti QMPC Level 1 dari QM Financial di bulan Februari. Rencananya gw akan mengikuti lanjutannya QMPC Level 2 di bulan Desember. Adapun acara QM lain yg gw ikuti yaitu FinClicSeries dengan topik Reksadana di bulan September. Tadinya gw berencana ikut yg topik Asuransi di bulan Oktober. Tapi setelah gw liat kalender ternyata bertepatan dg Hari Raya Galungan. Gak mungkin dan gak lucu dong gw kluyuran ampe malam pas rainan, bisa digorok bokap gw ntar. Jadinya gw batalkan keikutsertaan gw di kelas FinClicSeries Asuransi ini.
Selain itu, mungkin karena pengaruh kehamilan, nggak ada angin nggak ada ujan tau2 aja gw berminat ikut kelas2 perencanaan keuangan yang diadakan oleh IARFC Indonesia, yg berkolaborasi dengan AFC Financial. September lalu gw mendadak daftar kelas CMFC (kelas yang membahas tentang reksadana). Kelasnya seru, asyik menurut gw. Di sini gw pertama kali ketemu ama Bang Aidil Akbar yg terkenal itu. Orgnya ganteng mampus, mukanya mulus buanget. Jujur aja gw yg duduk paling depan awalnya ampe gak berani liat, sumpah mukanya mulus bener, terawat, kalah deh gw. Kelas CMFC emang diajar langsung oleh beliau. Beberapa bahasan, sampai akhirnya gw malah gosipan ama dia, biasa, tentang pimpinan kantor gw (halah!) Ternyata tau banyak gosip juga dia, hahaha...
Seperti ketagihan, gw pun merencanakan untuk ikut kelasnya dia yg lain. Yg dibuka lagi adalah kelas CPMM, ini kelas untuk bikin perencanaan keuangan pribadi skala kecil untuk keluarga. Dan juga kelas CLIC, membahas tentang asuransi jiwa. Gw memutuskan untuk ikut kelas2 ini karena lama2 gw tertarik juga mendalami hal financial planning ini, walau masih bingung apa mau dijadiin profesi sampingan atau gimana. Tapi gak ada salahnya belajar tentang apa yang diminati selagi bisa. Terus terang gw bingung, gw emang tertarik dengan financial planning, tapi untuk banting setir sepenuhnya menjadi financial planner kayaknya nggak mungkin. Paling banter ya itu tadi, sebagai profesi sampingan. Profesi gw tetap PNS yg akan gw pertahankan sampai pensiun. Mungkin ilmu ini nantinya akan berguna, gw yakin, utk jadi narasumber. Ya lumayan kan kalo jadi narasumber kecil2an dulu...hehehe...
Oh iya, gw pun akhirnya memutuskan membuat financial plan dengan bantuan profesional. Maka gw kembali menghubungi mbak Yosephine yang pernah membantu gw utk financial check up tahun 2012. Dari beberapa pembicaraan, mbak Phien yang beralamat di @phien13 ini sudah pindah ke firma keuangan yang ketiga sejak menjadi FP profesional, dan gw mendapatkan penawaran yg sangat menarik dari tempat barunya yang sedang dirintis utk pembuatan comprehensive financial plan selama 1 tahun penuh dg o..harga yang masuk akal jika dibandingkan dengan harga yg ditawarkan di tempat lainnya dg fasilitas yg sama. Kali ini gw tanpa mikir fee lagi, beda dg dulu, selain krn sekarang udah bebas unitlink (aha! bener lho ini!) apa yg ditawarkan pun sangat reasonable dan bener2 komplet. Kalo mau tau perbandingannya, masih lebih mahal lo bayar premi unitlink selama 1 juta sebulan deh... lebih lanjut tanya mba Phien aja di alamat twitternya itu... (gw promosiin lho mba...hayoo konsultasi one-on-one nya tambahin ya :p)
Hmm.. apalagi yah... kayaknya segitu dulu kali ya, gw akhir2 ini sangat excited dengan financial planning, sejak mulai hamil Indy dulu, dan skrg hamil si bontot. Sudahlah kesalahan gw membeli 3 unitlink di saat Luna masih bayi kemarin, dan kemarin ketika gw lg jalan2 di Botanisquare (jalan2nya jauh amat yak ampe Bogor, krn pas ada acara kantor di sana) gw menemukan sebuah buku terbitan baru yg ditulis oleh mantan pengguna unitlink yg menurut dia keblangsak sampai rugi banyak dan akhirnya dia membagi pengalaman pahitnya dengan menjelaskan kepada masyarakat awam apa itu fungsi asuransi yg bener.
Gw masih aja lupa bahwa gw masih punya utang 2 tulisan, 1 masih tentang financial planning dan 1 lagi tentang unitlink ke 3 gw yg blm gw review isinya. Oh iya, sebenernya gw juga punya utang cerita ke bang AA ttg pengalaman gw pake UL selama hampir 4 tahun tp blm smpt gw tulis aja, maklum nih kerjaan kantor lagi agak lumayan banyak, biasa deh akhir tahun... instansi pemerintah gitu lho...
Sabtu, 05 Januari 2013
Resolusi 2013
Mumpung 2013 masih baru dimulai, rasanya perlu review capaian2 yang sudah gw dapatkan di 2012 dan apa harapan gw di 2013 atau lebih tepat resolusi.
Capaian 2012:
1.Gw berhasil menyusui Indy eksklusif alias lulus S1 ASIX, bulan Maret 2012. Bagi gw ini luar biasa, krn selain gw kerja, jujur aja lingkungan rumah gak sepenuhnya mendukung proses menyusui Indy. Mulai dari percaya mitos2 sampai MPASI dini. Dan gw bertahan menolak itu semua. Susah tau! Blom lagi nyokap gw keukeuh maunya ngasih ASIP pake dot. Untungnya Indy sendiri yang menolak dot jenis apapun dan maunya pake sendok. Pun jadinya dia gak tlalu banyak minum ASIP, yg bikin stok gw jd banyak banget di kulkas. Pokoknya gw bersyukur banget krn akhirnya bisa mematahkan tradisi dalam keluarga gw dimana dipercaya ASI para perempuan di keluarga gw dikit jadinya nggak bisa menyusui. Nyatanya gw bisa kok, dan bisa nyetok sampai kurleb 180 botol selama gw cuti. Akhirnya emang tekad dan semangat yg diperlukan supaya berhasil menyusui, selain memperkaya diri dengan ilmu menyusui yang benar.
2. Setelah S1 ASIX, tepat di ulang tahun pertama Indy juga lulus S2 ASI. Gw makin senang! Krn tantangan makin banyak! Yaitu memberi MPASI instan dan Rational Using Medicine. Susah! Krn alasannya seperti di atas. Yah, bisa dikata gw bekerja sendirian melawan mitos yg berkembang, jadi Indy sempat 1-2x makan MPASI instan. Gara2 ini gw rela datang terlambat ke kantor tiap hari demi supaya membuat makanan dulu untuk Indy, setiap hari. Dah bodo amat sama absen dan RB, gw gak peduli. Sayangnya ini ulang bulan terakhir Indy nyusu langsung, krn tepat di usia 1 tahun 2 minggu dia mengalami breast refusal, menolak menyusu langsung, sampai sekarang. Gw males bahas krn akan membuka luka lama...
3. Gw punya asuransi kesehatan pribadi non ASKES dari kantor. Hanya utk gw dan anak2 krn stlh gw pelajari, papanya Luna dicover full dari kantor sedangkan kami hanya 75%. Jadi sifat askes swasta ini tembelan. ASKES PNS lebih gw fungsikan kalo utk sakit darurat. Mudah2an ya tetep, sehat walafiat. Oiya, askes ini tempelan alias rider di asuransi jiwa yg gw punya. Premi lumayan dg coveran yg cukup memadai, dan sifatnya murni alias hangus.
4. Lanjutan di atas, sebagai tindak lanjut resolusi keuangan, gw memutuskan menambah porsi investasi gw setelah sebelumnya mendapat free check up kondisi keuangan dari AFCnya bang Aidil Akbar. Jadi total investasi saja mencapai 10% penghasilan bulanan. Lumayanlah. Masalah cukup atau enggak, urusan belakangan. Dan, nah ini dia, setelah menimbang2 dengan matang, gw memutuskan menutup semua asuransi unitlink gw. Rugi dah pasti, apalagi salah satunya blm 3 tahun. Tapi drpd menggerogoti keuangan gw lebih lanjut dan gw itung2 blm tentu BEP selama 10 tahun, diliat dari ilustrasi return terbesar yg 15% pun masih rugi, mending gw close semua. Ruginya gw anggap saja sebagai biaya pertanggungan selama 3 tahun yg emang seharusnya hangus.
5. Akhirnya punya plan perhitungan dana pendidikan, buat Indy, dari AFC. Mumpung ada diskon, dan krn dananya hanya tersedia utk 1 anak maka gw buatkan plan itu. Dari sini gw banyak belajar ttg investasi dan kemudian tau gmn cara hitung2an investasi dari target, hehehe. Mayanlah. Ooo ternyata begitu caranya bikin plan...
Sekarang bagian dari tekad gw selama 2013:
1. Belajar nyetir mobil. Ya gw gak bisa nyetir emang. Makanya tahun ini gw ingin mulai belajar. Syukur2 tahun ini dah bisa bawa mobil sendiri ke kantor, target gw itu aja sih.
2. Ikut pelatihan membuat financial plan di QM Financial milik Ligwina Hananto, mulai Level 1 dan Level 2. Gw tertarik banget krn emang rencana gw mau bikin plan pribadi, ada bbrp tujuan keuangan yg menurut gw seharusnya dibikin plan secara komprehensif, apalagi gw pny khayalan utk beli apartemen buat disewakan dan beli rumah di daerah Jakarta Barat utk kelak ditinggali, spy lebih dekat dg kantor dan calon sekolah anak2.
3. Naik jemputan kantor lagi demi menghemat rupiah :p ya krn mulai thn 2013 ini gw melipatgandakan porsi investasi gw, dan utk itu emang diperlukan extra kerja keras. Gak lucu sebulan gw ngabisin 1,5jt doang utk taxian dari kantor! Usaha lain, utk bepergian sebisa mungkin banyakan pake public transport yg irit biaya.
4. Melengkapi jumlah dana darurat, penting banget ini! Apalagi banyak kemungkinan tak diduga2 di tahun mendatang, rasanya selama msh bisa gw berusaha mengirit2 pengeluaran yg bisa diirit.
5. Ini optional, tapi gw berminat mengikuti pelatihan Konselor Laktasi. Niatnya untuk memperbanyak ilmu, syukur2 bisa mengamalkannya. Krn gw merasa masih banyak bgt calon ibu yg blm melek ttg ilmu laktasi, dan gw adalah salah satu dari mereka dulunya sehingga pernah gagal menyusui. Setelah merasakan sendiri bagaimana persiapan menyusui yang benar dan akhirnya berhasil menyusui full selama 1 tahun, gw ingin jangan sampai pengalaman gw dialami oleh calon ibu lainnya.
Apalagi yah? Kayaknya itu doang deh. Mudah2an gw bisa mengingatnya.
Capaian 2012:
1.Gw berhasil menyusui Indy eksklusif alias lulus S1 ASIX, bulan Maret 2012. Bagi gw ini luar biasa, krn selain gw kerja, jujur aja lingkungan rumah gak sepenuhnya mendukung proses menyusui Indy. Mulai dari percaya mitos2 sampai MPASI dini. Dan gw bertahan menolak itu semua. Susah tau! Blom lagi nyokap gw keukeuh maunya ngasih ASIP pake dot. Untungnya Indy sendiri yang menolak dot jenis apapun dan maunya pake sendok. Pun jadinya dia gak tlalu banyak minum ASIP, yg bikin stok gw jd banyak banget di kulkas. Pokoknya gw bersyukur banget krn akhirnya bisa mematahkan tradisi dalam keluarga gw dimana dipercaya ASI para perempuan di keluarga gw dikit jadinya nggak bisa menyusui. Nyatanya gw bisa kok, dan bisa nyetok sampai kurleb 180 botol selama gw cuti. Akhirnya emang tekad dan semangat yg diperlukan supaya berhasil menyusui, selain memperkaya diri dengan ilmu menyusui yang benar.
2. Setelah S1 ASIX, tepat di ulang tahun pertama Indy juga lulus S2 ASI. Gw makin senang! Krn tantangan makin banyak! Yaitu memberi MPASI instan dan Rational Using Medicine. Susah! Krn alasannya seperti di atas. Yah, bisa dikata gw bekerja sendirian melawan mitos yg berkembang, jadi Indy sempat 1-2x makan MPASI instan. Gara2 ini gw rela datang terlambat ke kantor tiap hari demi supaya membuat makanan dulu untuk Indy, setiap hari. Dah bodo amat sama absen dan RB, gw gak peduli. Sayangnya ini ulang bulan terakhir Indy nyusu langsung, krn tepat di usia 1 tahun 2 minggu dia mengalami breast refusal, menolak menyusu langsung, sampai sekarang. Gw males bahas krn akan membuka luka lama...
3. Gw punya asuransi kesehatan pribadi non ASKES dari kantor. Hanya utk gw dan anak2 krn stlh gw pelajari, papanya Luna dicover full dari kantor sedangkan kami hanya 75%. Jadi sifat askes swasta ini tembelan. ASKES PNS lebih gw fungsikan kalo utk sakit darurat. Mudah2an ya tetep, sehat walafiat. Oiya, askes ini tempelan alias rider di asuransi jiwa yg gw punya. Premi lumayan dg coveran yg cukup memadai, dan sifatnya murni alias hangus.
4. Lanjutan di atas, sebagai tindak lanjut resolusi keuangan, gw memutuskan menambah porsi investasi gw setelah sebelumnya mendapat free check up kondisi keuangan dari AFCnya bang Aidil Akbar. Jadi total investasi saja mencapai 10% penghasilan bulanan. Lumayanlah. Masalah cukup atau enggak, urusan belakangan. Dan, nah ini dia, setelah menimbang2 dengan matang, gw memutuskan menutup semua asuransi unitlink gw. Rugi dah pasti, apalagi salah satunya blm 3 tahun. Tapi drpd menggerogoti keuangan gw lebih lanjut dan gw itung2 blm tentu BEP selama 10 tahun, diliat dari ilustrasi return terbesar yg 15% pun masih rugi, mending gw close semua. Ruginya gw anggap saja sebagai biaya pertanggungan selama 3 tahun yg emang seharusnya hangus.
5. Akhirnya punya plan perhitungan dana pendidikan, buat Indy, dari AFC. Mumpung ada diskon, dan krn dananya hanya tersedia utk 1 anak maka gw buatkan plan itu. Dari sini gw banyak belajar ttg investasi dan kemudian tau gmn cara hitung2an investasi dari target, hehehe. Mayanlah. Ooo ternyata begitu caranya bikin plan...
Sekarang bagian dari tekad gw selama 2013:
1. Belajar nyetir mobil. Ya gw gak bisa nyetir emang. Makanya tahun ini gw ingin mulai belajar. Syukur2 tahun ini dah bisa bawa mobil sendiri ke kantor, target gw itu aja sih.
2. Ikut pelatihan membuat financial plan di QM Financial milik Ligwina Hananto, mulai Level 1 dan Level 2. Gw tertarik banget krn emang rencana gw mau bikin plan pribadi, ada bbrp tujuan keuangan yg menurut gw seharusnya dibikin plan secara komprehensif, apalagi gw pny khayalan utk beli apartemen buat disewakan dan beli rumah di daerah Jakarta Barat utk kelak ditinggali, spy lebih dekat dg kantor dan calon sekolah anak2.
3. Naik jemputan kantor lagi demi menghemat rupiah :p ya krn mulai thn 2013 ini gw melipatgandakan porsi investasi gw, dan utk itu emang diperlukan extra kerja keras. Gak lucu sebulan gw ngabisin 1,5jt doang utk taxian dari kantor! Usaha lain, utk bepergian sebisa mungkin banyakan pake public transport yg irit biaya.
4. Melengkapi jumlah dana darurat, penting banget ini! Apalagi banyak kemungkinan tak diduga2 di tahun mendatang, rasanya selama msh bisa gw berusaha mengirit2 pengeluaran yg bisa diirit.
5. Ini optional, tapi gw berminat mengikuti pelatihan Konselor Laktasi. Niatnya untuk memperbanyak ilmu, syukur2 bisa mengamalkannya. Krn gw merasa masih banyak bgt calon ibu yg blm melek ttg ilmu laktasi, dan gw adalah salah satu dari mereka dulunya sehingga pernah gagal menyusui. Setelah merasakan sendiri bagaimana persiapan menyusui yang benar dan akhirnya berhasil menyusui full selama 1 tahun, gw ingin jangan sampai pengalaman gw dialami oleh calon ibu lainnya.
Apalagi yah? Kayaknya itu doang deh. Mudah2an gw bisa mengingatnya.
Label:
breastfeeding,
financial,
Indy,
insurance,
plan,
resolution,
unitlink
Langganan:
Postingan (Atom)